11.8.14

Mengembangkan Kompor Induksi di Perdesaan dari Keberadaan Pembangkit Listrik Biomassa

Desa, daerah pemilik kemelimpahan biomassa dan sampah organik, serta restoran dan hotel yang memiliki sisa makanan maupun TPS Sampah yang mengolahnya dalam digester Biogas, akan mendapat listrik sebesar daya genset ( berbahan bakar biogas), min 1 KVA.

Biogas itu akan menjadi bahan bakar dalam PLTBM - Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa, sehingga dengan mudah mengadopsi teknologi yang membuat masak menjadi praktis dengan kompor induksi.

Dengan Kompor Induksi ( Induction Cooker) memasak akan sangat mudah, praktis, efisien dan mudah di bawa kemana-mana. Memasak air hanya memerlukan waktu kurang lebih 2 menit.

Dengan menggunakan Kompor Induksi :
  • Selama pemakaian, permukaan tidak sepanas kompor biasa, sehingga mengurangi resiko luka bakar tidak sengaja ( walaupun tetap disarankan untuk berhati-hati)
  • Permukaan cocok untuk segala alat masak, disarankan teflon dan panci rantang ( tidak terlalu tebal, tapi tidak terlalu tipis)
  • Mudah diaplikasi dimana pun sepanjang memiliki genset (bahan bakar biogas) termasuk kegiatan survival, berkemah, kalangan militer di hutan, di desa terpencil, maupun di dalam ruangan yang bersih.
  • Tidak ada resiko dari kebocoran gas (elpiji), instalasi dari pembangkit listrik ( genset biogas) hanya membutuhkan kabel.

Kompor dapat di setting memasak secara manual dan otomatis. Untuk memasak secara manual dapat diatur waktu memasak dengan timer serta terdapat tiga pilihan yaitu,
  1. Hot pot ( memasak jenis sup dengan panci), dapat dilakukan perubahan dari daya yang dibutuhkan antara 200 watt sampai 1600 watt
  2. Stir fry ( menumis dengan wajan/ teflon), dapat dilakukan perubahan dari suhu yang dibutuhkan antara 60˚C sampai 280˚C
  3. BBQ (untuk membakar dengan menggunakan wajan khusus membakar (grill), dapat dilakukan perubahan dari suhu yang dibutuhkan antara 60˚C sampai 280˚C
Selain itu, terdapat juga pilihan memasak secara otomatis yang waktu, daya, maupun suhunya tidak dapat dirubah yaitu,
  1. Soup ( memasak sup) membutuhkan daya 1500 watt
  2. Water/tea ( mendidihkan air) membutuhkan daya 1600 watt
  3. Porridge ( memasak bubur) membutuhkan daya 1300 watt
  4. Rice ( memasak nasi) membutuhkan daya 1200 watt
Kompor Induksi akan segera merobah kondisi cemas dari resiko ledakan serta mahalnya memasak dengan LPG menjadi suatu kegiatan bersih dan hemat (*).

Posting Hari Keluarga

Membuat Kompos di Rumah

Loading...

Perjalanan Keluarga KenCana

Loading...

Hari Kencana

Hari keluarga di Indonesia dikembangkan pertamakalinya oleh instansi BKKBN - yang kemudian menjadi lembaga KB yang bertanggungjawab atas sukses pengendalian penduduk melalui program Keluarga Berencana ( Kencana). Gerakan KB itu dicanangkan di Lampung pada 29 Juni 1993 oleh Presiden Soeharto. Maka kini, jadilah diperingati setiap 29 Juni setiap tahun sebagai seremony Hari keluarga. Karena dikembangkan oleh gerakan keluarga berencana, kami menyebut hari keluarga sebagai hari kencana.

Di negara Barat, hari keluarga ( Family Day) berbeda dengan latar belakang kelahirannya di Indonesia Family Day lebih dikenal sebagai ajang internal mendekatkan anggota keluarga. Kita tahu, arti kata KELUARGA - dalam bahasa Inggris, KELUARGA = FAMILY. FAMILY = (F)ather (A)nd (M)other, (I), (L)ove, (Y)ou.

Keluarga Kencana

Cari

Memuat...